Sel kelamin wanita atau yang biasa disebut sel telur (ovum) adalah salah satu komponen utama dalam proses reproduksi manusia. Namun, tahukah kamu kapan sebenarnya pembentukan sel kelamin wanita ini dimulai? Banyak orang mungkin hanya mengetahui bahwa sel telur dihasilkan saat masa pubertas atau setelah perempuan dewasa, padahal proses pembentukan sel telur dimulai jauh sebelum itu, bahkan sejak masa janin! Dalam artikel ini, kita akan mengupas secara lengkap dan santai mengenai proses pembentukan sel kelamin wanita agar kamu lebih paham dari awal hingga akhirnya bisa berfungsi saat dewasa.
Apa Itu Sel Kelamin Wanita?
Sebelum kita membahas pembentukan sel kelamin wanita, ada baiknya kita kenali dulu apa itu sel kelamin wanita. Sel kelamin wanita merupakan gamet betina yang berperan penting dalam reproduksi. Sel ini nantinya akan dibuahi oleh sel sperma dari pria untuk menghasilkan zigot, yang kemudian berkembang menjadi janin. Dalam istilah biologinya, sel kelamin wanita disebut ovum (jamak: oosit) yang berkembang di dalam ovarium (indung telur).
Pembentukan Sel Kelamin Wanita Dimulai Sejak Kapan?
Pembentukan sel kelamin wanita dimulai sejak masa perkembangan janin dalam kandungan sang ibu, biasanya sekitar minggu ke-6 hingga ke-7 kehamilan. Proses ini terjadi di ovarium atau indung telur janin perempuan yang sedang berkembang. Jadi, berbeda dengan pria yang terus memproduksi sperma sepanjang hidupnya, perempuan sudah memiliki “cadangan” sel telur sejak lahir.
Proses Awal: Pembentukan Oogonial
Proses pembentukan sel kelamin wanita dimulai dengan pembentukan oogonia, yaitu sel induk yang nantinya akan berkembang menjadi oosit primer. Saat janin perempuan berumur sekitar 6–7 minggu, oogonia mulai muncul dan berkembang di ovarium janin. Sel oogonia ini akan mengalami pembelahan mitosis untuk memperbanyak jumlahnya.
Perkembangan Menjadi Oosit Primer
Setelah oogonia berkembang, mereka kemudian memasuki tahap meiosis pertama dan berubah menjadi oosit primer. Namun, proses meiosis ini tidak selesai saat janin masih dalam kandungan. Oosit primer berhenti dalam tahap profase I dan tetap dalam keadaan dorman (berhenti berkembang) hingga masa pubertas tiba.
Masa Dormansi dan Cadangan Sel Telur
Setelah terbentuk dan berhenti di profase I meiosis, oosit primer ini akan tetap “beristirahat” selama bertahun-tahun hingga perempuan mencapai masa pubertas. Pada saat lahir, jumlah oosit primer sudah mencapai sekitar 1-2 juta sel. Namun selama masa kanak-kanak, jumlah ini akan berkurang drastis menjadi sekitar 300.000–400.000 saat pubertas.
Fungsi dari Cadangan Sel Telur
Cadangan sel telur ini berfungsi sebagai pasokan ovum yang akan matang dan dilepaskan setiap siklus menstruasi selepas pubertas. Setiap bulan, biasanya satu oosit primer akan melanjutkan meiosis dan matang menjadi oosit sekunder (sel telur siap dibuahi). Proses pelepasan sel telur ini disebut ovulasi.
Peran Hormonal dalam Pembentukan dan Pematangan Sel Telur
Meski pembentukan dan pembentukan awal oosit sudah terjadi pada masa janin, kematangan dan pelepasan sel telur diatur oleh hormon saat pubertas dan sepanjang masa reproduksi. Hormon utama yang berperan adalah hormon FSH (follicle-stimulating hormone) dan LH (luteinizing hormone) yang diproduksi oleh kelenjar pituitari.
Proses Pematangan Sel Telur
Hormon FSH merangsang folikel di ovarium untuk tumbuh dan mengembangkan oosit primer yang dorman menjadi oosit sekunder yang matang. Kemudian, saat hormon LH meningkat secara tiba-tiba, ovulasi terjadi dan sel telur dilepaskan dari folikel.
Kenapa Jumlah Sel Telur Bisa Berkurang?
Selain berkurangnya jumlah sel telur secara alami dari masa janin hingga pubertas, perempuan juga mengalami penurunan jumlah sel telur selama masa reproduksi hingga menopause. Beberapa faktor yang menyebabkan penurunan jumlah sel telur antara lain:
-
Proses apoptosis atau kematian sel yang terjadi secara alami.
-
Pemakaian sel telur selama ovulasi tiap bulan.
-
Pengaruh faktor lingkungan, misalnya paparan radiasi, bahan kimia, atau obat-obatan tertentu.
-
Usia yang semakin bertambah.
Pada akhirnya, saat menopause, cadangan sel telur ini habis sehingga siklus menstruasi berhenti dan kemampuan reproduksi menurun.
Kesimpulan
pembentukan dari sel kelamin wanita dimulai sejak masa janin, sekitar minggu ke-6 hingga ke-7 kehamilan, dengan pembentukan oogonia yang kemudian berkembang menjadi oosit primer dan berhenti di tahap profase I meiosis. Sel telur ini disimpan sebagai cadangan di ovarium dan akan mulai matang serta dilepaskan saat masa pubertas diatur oleh hormon reproduksi. Proses pembentukan dan pematangan sel telur sangat penting untuk kemampuan reproduksi wanita dan berlangsung sepanjang masa reproduksi hingga menopause. Wikipedia Bahasa Indonesia
FAQ Seputar Pembentukan Sel Kelamin Wanita
Kapan sel telur mulai terbentuk dalam tubuh perempuan?
Sel telur sudah mulai terbentuk sejak janin perempuan berumur sekitar 6-7 minggu dalam kandungan, melalui pembentukan oogonia yang kemudian menjadi oosit primer.
Apakah perempuan terus membuat sel telur sepanjang hidupnya?
Tidak. Perempuan tidak terus membuat sel telur baru setelah lahir. Semua sel telur sudah ada dalam bentuk oosit primer sejak lahir dan hanya matang serta dilepaskan saat masa reproduksi.
Berapa banyak sel telur yang dimiliki perempuan saat lahir?
Pada saat lahir, jumlah sel telur (oosit primer) sekitar 1-2 juta, namun ini akan berkurang drastis selama masa kanak-kanak hingga pubertas.
Bagaimana hormon mempengaruhi pematangan sel telur?
Hormon FSH merangsang pertumbuhan folikel dan pematangan oosit, sedangkan hormon LH memicu ovulasi atau pelepasan sel telur matang dari ovarium.
Mengapa jumlah sel telur berkurang seiring usia?
Jumlah sel telur berkurang karena kematian sel secara alami, ovulasi tiap bulan, faktor lingkungan, dan proses penuaan yang menyebabkan menopause.